Shanghai (Gasgoo)- Wakil Presiden Tesla Grace Tao baru-baru ini mengumumkan di media sosial bahwa pabrik Gigafactory Shanghai perusahaan telah mulai meningkatkan produksi untuk kuartal keempat. Ia mengatakan fasilitas tersebut beroperasi pada kapasitas penuh untuk mempercepat pengiriman bagi pelanggan di Tiongkok dan seluruh kawasan Asia-Pasifik, didukung oleh insentif karyawan baru dan langkah-langkah tempat kerja yang dirancang untuk mempertahankan kecepatan yang meningkat.
Menurut Grace Tao, Tesla mengirimkan 497.000 kendaraan di seluruh dunia pada kuartal ketiga 2025 — total kuartal tertinggi dalam sejarah perusahaan. Kinerja yang kuat ini telah mempersiapkan landasan untuk jadwal produksi yang lebih ambisius di kuartal terakhir tahun ini.
Awal bulan ini, pada 8 Oktober, Tesla memperkenalkan versi entry-level baru Model 3 dan Model Y untuk pasar luar negeri. Model 3 Standard dimulai dari $36.990, sementara Model Y Standard dihargai $39.990 — keduanya diposisikan di bawah rekanan spesifikasi lebih tinggi untuk membuat jajaran produk Tesla lebih terjangkau di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Untuk menjaga biaya tetap rendah, Model Y Standard telah mengalami beberapa perubahan konfigurasi. Light bar lebar penuh di bagian depan dan belakang telah dihilangkan, dan kendaraan sekarang dilengkapi dengan roda 18 inci standar serta palet terbatas warna hitam, putih, dan abu-abu. Joknya menggabungkan eco-leather dan kain, sementara fitur seperti jok depan berventilasi, jok belakang berpemanas, dan touchscreen 8 inci belakang dihilangkan. Setir sekarang dapat disesuaikan secara manual, dan kaca atap panoramik termasuk liner berinsulasi untuk kenyamanan kabin yang lebih baik. Ditenagai oleh motor tunggal di belakang yang menghasilkan 300 tenaga kuda, mobil ini berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam 6,8 detik — 1,4 detik lebih lambat dari versi Long Range



