Harga lokal akan segera diumumkan, harap ditunggu!
Tahu
+86 021 5155-0306
bahasa:  

【SMM Analisis】Tinjauan Mingguan Pasar Nikel Indonesia - 12 Sep

  • Sep 12, 2025, at 7:59 pm
  • SMM
Regulasi Ketat dari Satgas Kehutanan, Harga Bijih Nikel Indonesia Turun Tipis Perilaku Pembelian Lemah di Harga Tinggi, Tekanan Naik pada Harga NPI Terlihat Nyata

Bijih Nikel

"Regulasi Ketat dari Satgas Kehutanan, Harga Bijih Nikel Indonesia Turun Tipis"

Harga bijih nikel Indonesia sedikit menurun minggu ini. Untuk periode pertama September, harga patokan domestik bijih nikel Indonesia adalah USD 14.900/ton metrik kering. Untuk premi, menurut data SMM tentang bijih nikel laterit domestik Indonesia, kadar 1,4% rata-rata USD 22,2, kadar 1,5% rata-rata USD 25,2, dan kadar 1,6% rata-rata USD 25,7. Minggu ini, harga pengiriman ke pabrik bijih nikel laterit domestik SMM 1,6% berkisar USD 50,5–53,8/ton basah, tidak berubah dari minggu lalu. Untuk bijih kadar lebih rendah, harga pengiriman ke pabrik bijih nikel laterit domestik SMM 1,3% tetap stabil di USD 24–26/ton basah, turun USD 1,5 dari minggu lalu.

  • Bijih Pirometalurgi:

Di Sulawesi dan Halmahera, kondisi cuaca sedikit membaik dibandingkan minggu-minggu sebelumnya, dengan curah hujan sporadis tetapi lebih jarang daripada akhir Agustus, mendukung pengiriman bijih. Di sisi regulasi, pemerintah Indonesia telah memulai penyelidikan terhadap perusahaan tambang "ilegal" yang tidak memenuhi persyaratan ESDM, dengan mengerahkan Satgas Kehutanan untuk meninjau penggunaan lahan dan izin. Meskipun dampak jangka pendek mungkin terbatas, ini menandakan penegakan hukum yang lebih kuat ke depan. Sementara itu, persetujuan RKAB yang direvisi untuk 2025 hampir selesai, meskipun ketidakpastian tetap ada untuk persetujuan 2026, yang dapat mengganggu pasokan. Dalam latar belakang ini, harga bijih nikel diperkirakan tetap kuat, terutama untuk kadar lebih tinggi, seiring smelter terus melakukan pengadaan sebelum musim hujan Q4 dan mengantisipasi kemungkinan kelangkaan bijih pada 2026 akibat penundaan persetujuan RKAB.

  • Bijih Hidrometalurgi:

Pada September, pasokan limonit relatif melimpah, dengan smelter melaporkan tanda-tanda kelebihan pasokan. Ini sebagian besar didorong oleh peningkatan alokasi RKAB, mengakibatkan ketersediaan limonit lebih tinggi dibandingkan saprolit di pasar Indonesia. Dari sisi permintaan, sebagian besar smelter telah mengamankan bahan baku cukup untuk operasi mereka, menyebabkan moderasi dalam aktivitas pengadaan beberapa minggu terakhir. Pengiriman antarpulau juga menurun, karena smelter di setiap pulau umumnya memegang persediaan memadai untuk memenuhi kebutuhan mereka. Menatap ke depan, penurunan potensial harga limonit diperkirakan akan terbatas, mengingat ekspektasi pasar tentang kemungkinan keterlambatan persetujuan RKAB 2026 dan kemungkinan pembelian dini oleh pabrik peleburan HPAL menjelang akhir tahun ini.


Nickel Pig Iron

“Perilaku Pembelian Lemah pada Harga Tinggi, Tekanan Kenaikan Harga NPI Menjadi Nyata”


Harga rata-rata NPI berkadar tinggi SMM 10–12% naik sebesar RMB 7,5/ni poin menjadi RMB 951,1/Ni unit (eks-pabrik, termasuk pajak), sementara indeks FOB NPI Indonesia meningkat sebesar USD 1,18/Ni unit menjadi USD 116,9/Ni unit. Harga tender dari pembeli utama hilir juga meningkat, mendorong kenaikan harga pasar. Dari sisi pasokan, pabrik peleburan terus menahan tawaran dengan kuat, didukung oleh ekspektasi musiman dan level biaya yang stabil. Dari sisi permintaan, meskipun stok inventaris sosial baja tahan karat menurun, harga produk jadi tetap lemah, dan pabrik menunjukkan penerimaan terbatas terhadap harga NPI yang tinggi. Dengan stok yang cukup dan margin keuntungan yang tipis, aktivitas transaksi tetap lesu minggu ini, dan beberapa pabrik memperkirakan koreksi harga dalam jangka pendek. Secara keseluruhan, konsumsi tumbuh perlahan selama musim puncak, namun margin yang lemah membatasi nafsu pembelian, menunjukkan momentum kenaikan harga NPI mungkin mulai meredup minggu depan.

Berdasarkan harga bijih nikel 25 hari lalu, sebagian besar pabrik peleburan NPI berkadar tinggi masih menghadapi margin negatif, meskipun profitabilitas sedikit membaik minggu ini. Harga bijih nikel tetap stabil, sementara biaya batu bara kokas dan kokas berkurang, meringankan tekanan biaya. Kenaikan harga NPI musiman juga mendukung margin. Menatap ke depan, biaya bahan baku pendukung diperkirakan akan tetap stabil atau turun sedikit, meskipun harga bijih Filipina mungkin naik. Dengan harga NPI sudah menghadapi tekanan di level yang lebih tinggi, margin pabrik peleburan mungkin kembali tertekan.


  • analisis
  • Industri
  • Nikel
Obrolan langsung melalui WhatsApp
Bantu kami mengetahui pendapat Anda.