Harga lokal akan segera diumumkan, harap ditunggu!
Tahu
+86 021 5155-0306
bahasa:  

[Analisis SMM] Produksi Baja Mentah Jepang Turun di Bawah 81 Juta Ton: Hambatan Tenaga Kerja dan Perjuangan Biaya Energi Tandai "Era Penghematan" bagi Kekuatan Manufaktur Tradisional

  • Jan 29, 2026, at 10:22 am
  • SMM
Pada tahun 2025, produksi di semua kategori industri baja Jepang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penurunan terbesar tercatat pada baja Electric Arc Furnace (EAF), Pelat, serta Profil dan Batang. Kontraksi luas ini sebagian besar disebabkan oleh kekurangan tenaga kerja yang terus-menerus yang telah menekan aktivitas konstruksi domestik—tantangan sistemik yang tidak mungkin terselesaikan dalam jangka pendek karena lingkungan kerja saat ini. Selain itu, biaya energi yang tinggi dan relokasi manufaktur ke luar negeri yang berlanjut terus menekan output domestik, menandakan bahwa industri sedang beralih dari model pertumbuhan berbasis volume.

Industri baja Jepang menghadapi tekanan penurunan signifikan sepanjang tahun 2025. Menurut data terbaru dari Japan Iron and Steel Federation (JISF), total produksi baja kasar mencapai 80,679 ribu ton, menandakan penurunan 4% dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).


  • BOF Steel (Tungku Oksigen Dasar): 59.830 ribu ton, ↓ 3,4% YoY.

  • EAF Steel (Tungku Busur Listrik): 20.849 ribu ton, ↓ 5,5% YoY.


Produk Baja Jadi

  • Hot Rolled Coil (HRC): 34.951 ribu ton, ↓ 2,4% YoY.

  • Cold Rolled Coil (CRC): 13.856 ribu ton, ↓ 0,4% YoY.

  • Hot Dip Galvanized (HDG): 7.988 ribu ton, ↓ 2,1% YoY.

  • Pelat: 7.870 ribu ton, ↓ 4,5% YoY.


Seksi dan Batang

  • 1.856 ribu ton, ↓ 5,3% YoY.


Ringkasan dan Analisis

Pada tahun 2025, produksi di semua kategori industri baja Jepang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penurunan terbesar terjadi pada baja Electric Arc Furnace (EAF), Pelat, serta Seksi dan Batang. Kontraksi luas ini sebagian besar disebabkan oleh kekurangan tenaga kerja yang terus-menerus yang telah menekan aktivitas konstruksi domestik—tantangan sistemik yang kecil kemungkinannya dapat diselesaikan dalam jangka pendek karena kondisi lingkungan kerja saat ini. Selain itu, biaya energi yang tinggi dan relokasi manufaktur ke luar negeri yang berlanjut terus memberikan tekanan pada output domestik, menandakan bahwa industri ini sedang bergeser dari model pertumbuhan berbasis volume.

  • analisis
  • Eksklusif
  • Industri
  • Baja
Obrolan langsung melalui WhatsApp
Bantu kami mengetahui pendapat Anda.