
Industri baja Jepang menghadapi tekanan penurunan signifikan sepanjang tahun 2025. Menurut data terbaru dari Japan Iron and Steel Federation (JISF), total produksi baja kasar mencapai 80,679 ribu ton, menandakan penurunan 4% dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).
-
BOF Steel (Tungku Oksigen Dasar): 59.830 ribu ton, ↓ 3,4% YoY.
-
EAF Steel (Tungku Busur Listrik): 20.849 ribu ton, ↓ 5,5% YoY.
Produk Baja Jadi
-
Hot Rolled Coil (HRC): 34.951 ribu ton, ↓ 2,4% YoY.
-
Cold Rolled Coil (CRC): 13.856 ribu ton, ↓ 0,4% YoY.
-
Hot Dip Galvanized (HDG): 7.988 ribu ton, ↓ 2,1% YoY.
-
Pelat: 7.870 ribu ton, ↓ 4,5% YoY.
Seksi dan Batang
-
1.856 ribu ton, ↓ 5,3% YoY.
Ringkasan dan Analisis
Pada tahun 2025, produksi di semua kategori industri baja Jepang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penurunan terbesar terjadi pada baja Electric Arc Furnace (EAF), Pelat, serta Seksi dan Batang. Kontraksi luas ini sebagian besar disebabkan oleh kekurangan tenaga kerja yang terus-menerus yang telah menekan aktivitas konstruksi domestik—tantangan sistemik yang kecil kemungkinannya dapat diselesaikan dalam jangka pendek karena kondisi lingkungan kerja saat ini. Selain itu, biaya energi yang tinggi dan relokasi manufaktur ke luar negeri yang berlanjut terus memberikan tekanan pada output domestik, menandakan bahwa industri ini sedang bergeser dari model pertumbuhan berbasis volume.



